Itinerary 7 Hari 6 Malam Keliling China: Beijing – Shanghai – Hangzhou
Perjalanan selama tujuh hari melintasi tiga kota besar Tiongkok adalah pengalaman yang memadukan keagungan kekaisaran, gemerlap metropolitan modern, dan keindahan alam yang menenangkan. Rute Beijing – Shanghai – Hangzhou telah menjadi favorit wisatawan Indonesia karena menawarkan variasi yang seimbang antara edukasi sejarah, hiburan perkotaan, dan relaksasi di tengah alam. Berikut itinerary lengkap yang dapat Dion-sama jadikan referensi untuk perjalanan pertama ke Negeri Tirai Bambu.
Hari Pertama: Kedatangan di Beijing dan Kota Terlarang
Pagi-Siang: Tiba di Bandara Internasional Beijing Capital atau Daxing. Setelah proses imigrasi dan pengambilan bagasi, transfer ke hotel di kawasan Wangfujing atau Qianmen untuk lokasi strategis.
Sore: Istirahat singkat di hotel, lalu jalan-jalan santai di sekitar Tiananmen Square untuk merasakan monumentalitas lapangan terbesar di dunia. Sempatkan mengunjungi Museum Sejarah Nasional Tiongkok jika waktu masih mengizinkan.
Malam: Makan malam pertama dengan Peking Duck di Quanjude atau Bianyifang. Pesan meja sebelumnya melalui concierge hotel. Setelah makan, jalan-jalan santai di Wangfujing Snack Street untuk mencicipi jajanan ringan, meski hati-hati dengan makanan ekstrem seperti kalajengking goreng.
Menginap: Beijing
Hari Kedua: Tembok Besar dan Kota Lama
Pagi: Berangkat pukul 06.30 menuju Tembok Besar di Mutianyu (sekitar satu setengah jam perjalanan). Naik kereta kabel ke bagian tembok yang paling panoramik. Berjalanlah ke menara pengintai ke-14 atau ke-20 untuk pemandangan paling spektakuler.
Siang: Makan siang di restoran lokal dekat pintu masuk Mutianyu. Nasi goreng dengan telur tomat dan sayur-sayuran adalah pilihan yang aman dan lezat.
Sore: Kembali ke pusat kota untuk menjelajahi hutong-hutong di sekitar Danau Shichahai. Naik becak tiga roda melewati lorong-lorong sempit yang diapit oleh gerbang-gerbang berwarna merah tua. Kunjungi rumah tradisional (siheyuan) yang dibuka untuk umum untuk memahami bagaimana keluarga Beijing tinggal sebelum gedung pencakar langit mendominasi.
Malam: Makan malam di restoran lokal di kawasan hutong. Coba kung pao chicken, mapo tofu, dan zhajiangmian (mi saus kedelai hitam).
Menginap: Beijing
Hari Ketiga: Kuil-Kuil Beijing dan Penerbangan ke Shanghai
Pagi: Kunjungan pagi ke Kuil Surga (Temple of Heaven). Tiba sebelum pukul 08.00 untuk melihat warga Beijing berlatih tai chi, menari dengan pita berwarna-warni, dan bermain alat musik tradisional di tengah taman yang masih berembun.
Siang: Kembali ke hotel untuk check-out. Sempatkan makan siang ringan di Qianmen Street sebelum menuju bandara.
Sore: Penerbangan Beijing ke Shanghai (sekitar dua setengah jam). Pesan maskapai domestik seperti China Eastern atau Air China. Tiba di Shanghai Pudong International Airport, lalu transfer ke hotel di kawasan The Bund atau Nanjing Road.
Malam: Malam pertama di Shanghai adalah malam yang gemerlap. Jalan-jalan di The Bund untuk melihat skyline futuristik Pudong yang berkilau di seberang Sungai Huangpu. Gedung-gedung pencakar langit dengan lampu LED yang terus berubah warna menciptakan pemandangan yang hampir seperti kota di film fiksi ilmiah.
Menginap: Shanghai
Hari Keempat: Shanghai Modern dan Tradisional
Pagi: Kunjungan ke Menara Oriental Pearl di Pudong. Naik ke observatorium untuk melihat Shanghai dari ketinggian lebih dari empat ratus meter. Di hari cerah, Dion-sama bisa melihat sampai ke kota-kota di sekitarnya.
Siang: Makan siang di pusat perbelanjaan dekat Menara Jin Mao. Nanti, jelajahi distrik keuangan Lujiazui untuk melihat arsitektur modern Shanghai dari dekat.
Sore: Kembali ke sisi barat sungai untuk menjelajahi Yu Garden dan Bazaar. Yu Garden adalah contoh taman Tiongkok klasik yang sempurna: batu taihu yang berlubang-lubang, jembatan zig-zag di atas kolam ikan koi, dan paviliun-paviliun dengan ukiran kayu yang rumit.
Malam: Makan malam di City God Temple area. Xiaolongbao (sup pangsit) di Nanxiang Mantou adalah wajib coba. Setelah makan, naik kapal pesiar malam di Sungai Huangpu untuk melihat Shanghai dari sudut pandang yang berbeda.
Menginap: Shanghai
Hari Kelima: Shanghai ke Hangzhou dengan Kereta Kecepatan Tinggi
Pagi: Check-out dari hotel Shanghai. Bawa bagasi ke Stasiun Hongqiao untuk naik kereta kecepatan tinggi (G-train) menuju Hangzhou. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar empat puluh lima menit dengan kecepatan tiga ratus kilometer per jam.
Siang: Tiba di Hangzhou, check-in ke hotel di sekitar Danau Barat (West Lake). Makan siang dengan ikan mas West Lake dalam cuka, hidangan khas kota ini yang legendaris. Rasanya asam-manis ringan dengan daging ikan yang sangat lembut.
Sore: Naik perahu dayung tradisional di Danau Barat. Perjalanan melewati tiga dermaga utama akan membawa Dion-sama melihat Jembatan Patah pada saat matahari terbenam, Kuil Leifeng yang terlihat dari kejauhan, dan Pulau Solitary Hill yang hijau.
Malam: Makan malam di jalan He Fang, kawasan pedestrian tradisional Hangzhou. Jajanan kacang hijau, roti kelapa, dan teh Longjing panas adalah cara terbaik menutup hari.
Menginap: Hangzhou
Hari Keenam: Hangzhou Sehari Penuh
Pagi: Kunjungan pagi ke Perkebunan Teh Longjing di pegunungan di barat kota. Teh hijau Longjing adalah salah satu teh paling terkenal di Tiongkok, dan Dion-sama bisa melihat petani memetik daun teh dengan tangan kosong di lereng-lereng yang curam.
Siang: Makan siang di perkebunan dengan hidangan sederhana berbasis sayur-sayuran segar dan tahu lokal. Setelahnya, belajar proses pembuatan teh dari daun segar hingga siap seduh.
Sore: Kunjungan ke Kuil Lingyin, salah satu kuil Buddha terbesar dan terkaya di Tiongkok Selatan. Ratusan patung Buddha berukir di dalam gua batu di lereng pegunungan. Patung Maitreya setinggi lebih dari dua puluh empat meter adalah yang paling mengesankan.
Malam: Kembali ke Danau Barat untuk menonton pertunjukan cahaya dan air “Impression West Lake” karya Zhang Yimou. Pertunjukan ini menggunakan danau sebagai panggung alami, dengan perahu-perahu kecil membawa penari yang berpakaian seperti peri di bawah cahaya bulan.
Menginap: Hangzhou
Hari Ketujuh: Hangzhou dan Kepulangan
Pagi: Pagi terakhir di Hangzhou. Jalan-jalan santai di tepi Danau Barat sebelum sarapan. Sempatkan berkunjung ke Museum Tenun China untuk melihat proses pembuatan sutra yang telah menjadi kebanggaan Hangzhou selama ribuan tahun.
Siang: Check-out dari hotel. Transfer ke Bandara Internasional Hangzhou Xiaoshan untuk penerbangan pulang. Sebelum berangkat, belilah oleh-oleh teh Longjing asli di toko resmi di bandara untuk memastikan kualitasnya.
Sore: Penerbangan kembali ke Indonesia atau kota berikutnya dalam perjalanan Dion-sama.
Estimasi Biaya dan Transportasi
Penerbangan Internasional: Tiket pesawat Jakarta-Beijing dan Hangzhou-Jakarta biasanya berkisar antara tujuh juta hingga dua belas juta rupiah per orang, tergantung musim dan maskapai.
Penerbangan Domestik: Beijing ke Shanghai sekitar satu juta hingga dua juta rupiah per orang.
Kereta Kecepatan Tinggi: Shanghai ke Hangzhou sekitar tiga ratus ribu hingga lima ratus ribu rupiah per orang, tergantung kelas kursi.
Akomodasi: Hotel bintang tiga di Beijing dan Shanghai berkisar lima ratus ribu hingga satu juta rupiah per malam. Hotel di Hangzhou sedikit lebih murah.
Makan: Makanan di restoran lokal berkisar lima puluh ribu hingga seratus lima puluh ribu rupiah per orang. Restoran kelas atas untuk Peking Duck bisa mencapai tiga ratus ribu hingga lima ratus ribu rupiah per orang.
Tiket Wisata: Tiket masuk Tembok Besar Mutianyu sekitar dua ratus ribu rupiah, Kota Terlarang sekitar seratus lima puluh ribu rupiah, dan Yu Garden sekitar tujuh puluh lima ribu rupiah.
Tips Praktis untuk Perjalanan Tujuh Hari
Tiket Kereta: Pesan tiket kereta kecepatan tinggi segera setelah jadwal perjalanan Dion-sama pasti. Tiket kelas bisnis sering habis dalam hitungan hari, terutama di akhir pekan.
Navigasi: Unduh aplikasi Baidu Maps karena Google Maps tidak berfungsi optimal di Tiongkok. Metro Man juga berguna untuk navigasi kereta bawah tanah di Beijing dan Shanghai.
Cuaca: Periksa cuaca di ketiga kota sebelum berangkat. Beijing bisa sangat dingin di musim dingin, Shanghai lembap di musim panas, dan Hangzhou sering berkabut di musim semi.
Konektivitas: Beli kartu SIM Tiongkok di bandara atau aktifkan roaming data. WiFi di hotel umumnya cepat, tetapi jaringan di tempat wisata sering padat dan lambat.
Bahasa: Pelajari beberapa frasa dasar dalam bahasa Mandarin. “Ni hao” (halo), “Xie xie” (terima kasih), dan “Duo shao qian” (berapa harganya) akan sangat membantu.
Perjalanan tujuh hari ini adalah perpaduan sempurna antara tiga wajah Tiongkok yang berbeda. Beijing membawa Dion-sama kembali ke masa kekaisaran yang megah, Shanghai memamerkan masa depan yang gemerlap, dan Hangzhou menawarkan ketenangan yang kontras dengan kedua kota besar tersebut. Setelah hari ketujuh, Dion-sama akan membawa pulang bukan hanya foto dan oleh-oleh, tetapi juga pemahaman mendalam tentang bagaimana sebuah peradaban dapat berkembang selama ribuan tahun tanpa kehilangan identitasnya. Selamat merencanakan perjalanan Dion-sama, dan semoga setiap langkah di Tiongkok menjadi kenangan yang berharga.