Kalau mendengar kata China, destinasi seperti Beijing, Shanghai, atau Zhangjiajie mungkin lebih dulu muncul di pikiran. Namun, bagaimana jika ada satu tempat di Provinsi Fujian yang menyimpan tebing merah, danau luas, ngarai, sungai jernih, hingga kota tua dalam satu kawasan?
Tempat itu adalah Taining.
Berada di wilayah Sanming, Fujian, Taining bukanlah kota besar yang dipenuhi gedung pencakar langit. Justru sebaliknya, wilayah ini menawarkan sisi China yang jauh lebih tenang dan dekat dengan alam. Bentang alamnya menjadi bagian dari Taining UNESCO Global Geopark sekaligus kawasan China Danxia yang diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia.
Lalu, apa yang membuat Taining terasa seperti berada di negeri fantasi?
Saat Tebing Merah Bertemu Air
Bayangkan duduk di atas perahu, menyusuri air yang tenang, sementara di sekelilingmu berdiri tebing-tebing merah dengan bentuk yang tidak biasa. Pemandangan seperti ini bukan berasal dari film fantasi, melainkan salah satu pengalaman yang bisa ditemukan di Great Golden Lake.
Danau ini merupakan salah satu kawasan utama wisata Taining. Airnya berpadu dengan formasi Danxia yang menjadi ciri khas wilayah tersebut. Tebing, bukit, dan permukaan air menciptakan lanskap yang terlihat berbeda dari gambaran China yang biasanya kita lihat.
Menariknya, keindahan Taining tidak hanya dinikmati dari satu sudut. Dari atas perahu, formasi bebatuan dapat terlihat menyatu dengan lanskap air sehingga perjalanan terasa seperti menjelajahi dunia yang perlahan berubah di setiap tikungan.
Di sinilah Taining mulai menunjukkan daya tariknya: bukan sekadar tempat untuk berfoto, tetapi tempat untuk menikmati bagaimana alam membentuk sebuah pemandangan.
Menyusuri Ngarai yang Dibentuk Jutaan Tahun
Kalau pemandangan Taining dari atas danau sudah terasa seperti negeri fantasi, perjalanan belum selesai. Di Zhaixia Grand Canyon, wisatawan bisa melihat lebih dekat formasi Danxia yang menjadi ciri khas kawasan ini. Tebing-tebing merah menjulang di sepanjang jalur, menciptakan suasana yang terasa jauh berbeda dari kawasan perkotaan China yang ramai.
Lanskap tersebut terbentuk melalui proses geologi yang berlangsung selama jutaan tahun. Batuan sedimen merah di kawasan ini mengalami pengangkatan, pelapukan, dan erosi hingga membentuk tebing, lembah, serta gua-gua dengan bentuk yang unik. Bahkan, banyaknya gua Danxia di Zhaixia membuat kawasan ini dikenal sebagai “museum gua Danxia” alami.
Berjalan di antara tebing-tebing tinggi ini pun memberikan pengalaman yang berbeda dari sekadar melihatnya melalui foto. Setiap sudut jalur menawarkan bentuk batuan dan pemandangan yang berbeda, sementara vegetasi hijau di sekitarnya membuat warna merah tebing semakin menonjol. Rasanya seperti sedang berjalan di dalam lanskap yang terlalu fantastis untuk benar-benar ada.
Tapi Taining bukan hanya tentang formasi batuan. Setelah puas menikmati ngarai, perjalanan bisa dilanjutkan dengan pengalaman yang lebih tenang di Shangqing Stream. Aliran sungai yang jernih mengalir di antara pepohonan dan tebing Danxia, memberikan suasana yang jauh lebih damai dibandingkan perjalanan di dalam ngarai.
Di sini, justru tidak ada alasan untuk terburu-buru. Wisatawan dapat menyusuri sungai dengan perahu atau menikmati aktivitas rafting sambil melihat lanskap Taining dari sudut yang berbeda. Air yang tenang, tebing di kejauhan, dan hijaunya pepohonan membuat perjalanan di Shangqing Stream terasa seperti jeda setelah menjelajahi medan berbatu.
Ketika Perjalanan Membawa Kita ke Masa Lalu
Setelah seharian dikelilingi tebing dan aliran sungai, suasana Taining perlahan berubah ketika langkah membawa kita menuju kawasan kota tuanya. Di Taining Ancient Town, pemandangan alam yang dramatis berganti dengan deretan bangunan tradisional yang menyimpan cerita panjang tentang kawasan ini. Taining sendiri memiliki sejarah lebih dari seribu tahun, sehingga berjalan menyusuri jalan-jalan tuanya terasa seperti membuka halaman lain dari perjalanan.
Salah satu peninggalan yang menarik perhatian adalah Shangshu Di, sebuah kompleks kediaman bersejarah yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Taining. Bangunan-bangunan tradisional di kawasan ini memperlihatkan pengaruh arsitektur dari masa Song dan periode setelahnya, memberikan gambaran tentang bagaimana kehidupan masyarakat Taining berkembang di tengah kawasan yang sejak dulu dikelilingi alam.
Menariknya, kota tua ini tidak hanya hidup pada siang hari. Ketika malam tiba, suasananya justru terasa semakin hangat dengan berbagai aktivitas budaya dan kuliner lokal. Pertunjukan Meilin Opera, lampion yang mengisi kawasan kota, hingga sajian tradisional seperti Lei Cha membuat pengalaman di Taining terasa lebih lengkap, seolah perjalanan tidak hanya mengajak melihat tempat baru, tetapi juga mengenal kehidupan masyarakat yang tinggal di dalamnya.
Dari sini, terlihat bahwa daya tarik Taining tidak berhenti pada pemandangannya. Alam dan kehidupan masyarakatnya tumbuh berdampingan, menciptakan karakter yang membuat wilayah ini berbeda dari destinasi China yang lebih sering menjadi tujuan wisatawan. Setelah melihat tebing yang terbentuk selama jutaan tahun, pengunjung kemudian diajak melihat jejak manusia yang telah bertahan selama ratusan bahkan ribuan tahun.
Bukan Destinasi China yang Biasa
Dengan lanskap dan sejarah yang dimilikinya, mungkin muncul pertanyaan: kalau Taining punya semua ini, mengapa namanya masih terdengar asing bagi banyak wisatawan? Salah satu alasannya adalah China memiliki begitu banyak destinasi besar yang lebih dulu dikenal secara internasional. Di tengah popularitas Beijing, Shanghai, Guilin, dan Zhangjiajie, Taining menawarkan pengalaman yang lebih tenang tanpa kehilangan daya tariknya.
Justru karena belum menjadi tujuan utama semua wisatawan, Taining memberikan kesempatan untuk menikmati sisi China yang berbeda. Perjalanannya bukan hanya tentang berpindah dari satu spot ke spot lain, tetapi tentang menikmati perubahan suasana—dari menyusuri danau dengan tebing Danxia, berjalan di antara ngarai, menikmati aliran Shangqing Stream, hingga menghabiskan sore di jalanan kota tua.
Taining juga menjadi bagian dari China Danxia yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa keindahan kawasan ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai geologi yang penting. Alam, sejarah, dan budaya yang berpadu di satu wilayah membuat Taining memiliki cerita yang lebih panjang daripada apa yang terlihat di balik foto-fotonya.
Mungkin, itulah alasan Taining layak mendapat tempat di daftar destinasi yang ingin kamu kunjungi berikutnya. Jika perjalanan ke China biasanya identik dengan gedung-gedung megah, kota modern, atau tempat wisata yang sudah sangat populer, Taining menawarkan sesuatu yang lebih tenang: kesempatan untuk berhenti sejenak dan melihat bagaimana alam dan manusia membentuk sebuah tempat selama ribuan hingga jutaan tahun.
Dan ketika akhirnya meninggalkan Taining, mungkin yang tertinggal bukan hanya foto tebing merah atau pemandangan danau, tetapi juga satu pikiran sederhana: ternyata masih ada banyak sisi China yang belum kita kenal.