Berjalan-jalan di Jingdezhen bisa terasa seperti masuk ke sebuah studio keramik berukuran satu kota. Di satu sudut, pengrajin masih membentuk tanah liat dengan tangan. Di sudut lain, bangunan bekas industri berubah menjadi ruang seni dan kawasan kreatif. Porselen memang ada di hampir setiap sudut kota, tetapi justru di situlah daya tarik Jingdezhen China.
Kota di Provinsi Jiangxi ini sudah dikenal sebagai pusat produksi porselen selama ratusan tahun. Tradisinya pun masih bisa ditemui sampai sekarang, mulai dari kiln kuno dan bengkel pengrajin hingga galeri serta ruang kreatif yang membawa keramik ke bentuk yang lebih modern.
Pada Juli 2026, situs industri porselen Jingdezhen juga resmi masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Pengakuan tersebut membuat kota ini semakin menarik untuk dikenal, terutama bagi wisatawan yang ingin melihat bagaimana sejarah dan seni keramik masih hidup di tengah kehidupan kota.
Jingdezhen China, Kota yang Hidup Bersama Porselen
Porselen bukan sekadar produk yang dibuat di Jingdezhen. Selama berabad-abad, kerajinan ini ikut membentuk perkembangan kota dan kehidupan masyarakatnya.
Jingdezhen berkembang menjadi pusat produksi porselen yang penting sejak masa lalu. Prosesnya melibatkan berbagai tahapan, mulai dari pengolahan bahan baku, pembentukan, pemberian dekorasi, hingga pembakaran di kiln.
Hal menariknya, jejak industri tersebut masih dapat ditemukan ketika berkunjung ke Jingdezhen. Pengunjung bisa melihat kiln bersejarah, mengunjungi bengkel pengrajin, hingga menemukan berbagai karya keramik di ruang seni dan toko lokal.
UNESCO mencatat bahwa situs industri porselen Jingdezhen yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia mencakup berbagai lokasi penting dalam perkembangan produksi porselen, termasuk area produksi dan sumber bahan baku.
Tempat Menarik di Jingdezhen yang Bisa Dikunjungi
Ada beberapa kawasan yang bisa dimasukkan ke itinerary untuk mengenal Jingdezhen dari sisi yang berbeda. Tidak semuanya menawarkan pengalaman yang sama, sehingga perjalanan bisa terasa lebih beragam.
Taoyangli Historical and Cultural Area
Taoyangli merupakan salah satu kawasan yang bisa dikunjungi untuk melihat sisi historis Jingdezhen. Kawasan ini mempertahankan lingkungan dan bangunan yang berkaitan dengan perkembangan kota sebagai pusat produksi porselen.
Berjalan kaki di kawasan ini memberikan pengalaman yang berbeda dari sekadar mengunjungi museum. Kamu bisa melihat suasana kota lama, bangunan bersejarah, serta berbagai aktivitas yang masih berkaitan dengan budaya keramik.
Kalau kamu suka fotografi atau tempat dengan suasana tradisional, Taoyangli juga bisa menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan di Jingdezhen.
Ancient Kiln and Folk Customs Expo Area
Untuk melihat lebih dekat bagaimana porselen dibuat, Ancient Kiln and Folk Customs Expo Area bisa masuk dalam daftar kunjungan.
Kawasan ini memperkenalkan kiln kuno serta berbagai teknik dan tradisi yang berkaitan dengan produksi keramik Jingdezhen. Dari sini, pengunjung dapat melihat bahwa sebuah benda porselen membutuhkan proses yang cukup panjang sebelum menjadi produk jadi.
Pengalaman tersebut membuat kunjungan terasa lebih bermakna. Kamu tidak hanya melihat keramik yang sudah cantik di etalase, tetapi juga mengenal proses dan keterampilan yang berada di baliknya.
Taoxichuan Ceramic Art Avenue
Kalau Taoyangli dan Ancient Kiln memperlihatkan sisi sejarah Jingdezhen, Taoxichuan membawa pengunjung melihat perkembangan keramik dalam suasana yang lebih modern.
Kawasan ini dikembangkan dari area industri porselen lama menjadi ruang budaya dan kreatif. Bangunan industri yang masih dipertahankan kini berdampingan dengan studio, galeri, toko, restoran, dan berbagai aktivitas seni.
Taoxichuan cocok untuk kamu yang ingin melihat bagaimana tradisi lama bisa beradaptasi dengan perkembangan seni masa kini. Setelah melihat kiln dan bangunan bersejarah, suasana kawasan ini bisa menjadi bagian perjalanan yang lebih santai.
Coba Membuat Keramik Sendiri di Jingdezhen
Melihat pengrajin membuat keramik tentu menarik, tetapi pengalaman di Jingdezhen bisa dibuat lebih seru dengan mencoba membuatnya sendiri.
Beberapa tempat menawarkan aktivitas membuat keramik, termasuk wheel throwing atau membentuk tanah liat menggunakan roda putar. Kamu bisa mencoba membentuk tanah liat menjadi cangkir atau benda sederhana lainnya dengan bantuan pengrajin.
Hasilnya mungkin tidak langsung sempurna, tetapi justru proses tersebut yang membuat pengalaman terasa berbeda. Setelah melihat bagaimana porselen dibuat selama perjalanan, kamu bisa membawa pulang benda yang dibuat dengan tangan sendiri.
Aktivitas seperti ini juga bisa menjadi pilihan untuk mengisi itinerary bersama teman atau keluarga. Selain mendapatkan pengalaman baru, hasil keramiknya dapat menjadi oleh-oleh yang punya cerita tersendiri.
Oleh-Oleh Porselen yang Bisa Dibawa Pulang
Berada di kota yang terkenal dengan porselen tentu membuat kegiatan berburu oleh-oleh terasa sedikit berbeda. Tidak harus membeli vas besar atau barang koleksi dengan harga tinggi. Cangkir, mangkuk, piring kecil, atau dekorasi keramik juga bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Desainnya pun beragam. Ada yang mempertahankan motif tradisional China, sementara sebagian lainnya memiliki bentuk minimalis dan tampilan yang lebih modern.
Menariknya, membeli keramik di Jingdezhen bisa menjadi bagian dari pengalaman mengenal kota. Kamu bisa melihat langsung berbagai karya pengrajin sebelum memilih benda yang paling sesuai dengan selera untuk dibawa pulang.
Saatnya Melihat Jingdezhen Lebih Dekat
Jingdezhen menawarkan pengalaman yang tidak hanya berpusat pada melihat tempat wisata. Di kota ini, sejarah porselen masih terasa melalui kiln, bengkel, kawasan lama, studio seni, hingga karya yang dibuat oleh pengrajin lokal.
Dalam satu perjalanan, kamu bisa mengenal sejarah industri porselen, melihat proses pembuatannya, menikmati kawasan kreatif, bahkan mencoba membuat keramik sendiri. Pengalaman seperti ini membuat Jingdezhen terasa berbeda dari destinasi yang hanya mengandalkan pemandangan atau bangunan ikonik.
Masuknya situs industri porselen Jingdezhen ke daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2026 juga menjadi alasan untuk semakin mengenal kota ini. Pengakuan tersebut memperlihatkan pentingnya Jingdezhen dalam sejarah produksi porselen yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Kalau kamu punya rencana liburan ke China dan ingin mencoba suasana yang sedikit berbeda, Jingdezhen bisa masuk dalam daftar. Di sini, kamu bisa melihat langsung bagaimana porselen yang selama ini mungkin hanya dikenal sebagai barang cantik ternyata punya sejarah panjang di baliknya.
Sempatkan untuk mampir ke kawasan kiln, melihat-lihat keramik buatan pengrajin lokal, atau ikut mencoba membuatnya sendiri. Setelah itu, jangan lupa sisihkan sedikit ruang di koper kalau menemukan keramik yang kamu suka.
Jingdezhen mungkin bukan nama yang langsung muncul ketika membicarakan wisata China. Justru karena itu, kota ini bisa jadi pilihan menarik untuk kamu yang ingin menemukan sisi lain dari China lewat seni, kerajinan, dan kehidupan kotanya.